Rabu, 18 Juli 2012

FTV (Film Televisi) Indonesia

Belakangan ini sulitnya mencari siaran film televisi (di Indonesia) yang mendidik. tapi akhir-akhir ini ada program yang berama "Sinema 20 Wajah Indonesia" (SCTV). tayangan yang dihadirkan memberi angin segar bagi yang haus akan tayangan film televisi berkualitas. cerita-cerita yang hadir pun terliha realistis dan mengangkat cerita budaya Indonesia yang dkemas secara baik. bintang yang menghiasi juga aktor dan aktris yang sangat berbakat, seperti Peraih Piala citra Adinia Wirasti (Tentang Dia), Kinaryosih (Mendadak dangdut), Happy Salma (7 Hati 7 Wanita 7 Cinta), Alex Komang (Doea Tanda Mata).

Kalau dulu saya masih ingat ada program berjudul "i-sinema" (ANTV). program itu pun memberikan warna tersendiri akan progra-progrm televisi yang ada. sama layaknya sinema 20 wajah Indonesia, yang berpartisipasi dalam i-sinema juga bintang-bintang top seperti, Dinna Olivia (Ujang Pantry, Ujang pantry 2)yang memenangkan piala vidia, piala khusus untuk FTV Indonesia, Ringgo Agus Rahman (Ujang Pantry, Ujang Pantry 2) yang juga bernasib sama dengan Dinna olivia. bahkan aktor bermuka seribu Lukman Sardi pun ikut membintangi.

hal-hal yang dilakukan oleh sinema 20 wajah Indonesia dan i-sinema patut dihargai. dimana yang lainnya mengejar rating (yang sebenernya saya masih bingung dari mana rating itu diperoleh?). tapi yang dilakukan mereka berdua keluar dari mainstreem. semoga saja tahun-tahun berikutnya ada yang mengikuti jejak mereka.

Kamis, 12 Juli 2012

Mobil Dinas di Indramayu Berplat Hitam



Indramayu – Sejak Kementerian ESDM mengeluarkan peraturan larangan mobil dinas menggunakan bahan bakar minyak atau bensin bersubsidi, khususnya kendaraan inventaris pemerintah, kini sulit menemukan kendaraan dinas berplat merah.
Pasalnya, hampir 90 persen mobil dinas atau plat merah di Indramayu sudah berubah menjadi plat hitam.
Perubahan plat nomer mobil dinas menjadi hitam itu agar tak menemui masalah saat membeli bensin bersubsidi di SPBU-SPBU. Seperti dimaklumi, pemerintah melarang mobil plat merah membeli bensin karena bersubsidi. BBM untuk mobil dinas diharuskan menggunakan premium non subsidi dengan merk dagang Pertamax atau Pertamax Plus.
Hanya persoalannya kata Edi, 36 salah seorang sopir mobil dinas DPPKAD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah) Indramayu terlamat mengantisipasi perubahan anggaran pembelian BBM mobil dinas.
Sampai sekarang katanya anggaran pembelian BBM mobil dinas masih untuk harga premium sebesar Rp. 4.500 per liter. Belum dirubah ke satuan harga Pertamax atau Pertamax Plus.
Maka jadinya daripada harus nombok uang pribadi untuk membeli bensin non subsidi yang harganya per liter berkisar Rp 8 ribuan per liter lebih baik akal-akalan merubah plat nomer mobil dinas merah menjadi hitam. Supaya tidak disorot publik saat membeli premium bersubsidi yang seharusnya harga untuk rakyat miskin. (taryani). poskota

Bukti Kesesatan ajaran NII KW IX Alzaytun Indramayu


Dalam bahasa Al-Qur’an kata sesat atau kesesatan dlolla aw dlolalan: “Katakanlah, aku tidak akan mengikuti hawa nafsu kalian (karena) sungguh telah tersesatlah aku jika demikian, dan aku bukanlah termasuk dari pada orang-orang yang mendapat hidayah.” (Q. S. Al-An’am: 56) “Mereka itulah orang-orang yang telah menukar kesesatan dengan hidayah, maka tiadalah beruntung mereka dan tiadalah mereka menjadi orang-orang yang memperoleh hidayah. ” (Q. S. Al-Baqarah: 16) As-Sunnah membahasakan adl-dlolalah secara lebih tegas dan spesifik, yaitu dalam mengemukakan tentang bid’ah. Sebagaimana bunyi hadits Nabi SAW yang sangat masybur: “Maka sesungguhnya, sebaik-baik pembicaraan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk (bimbingan, tuntunan) adalah petunjuk (sunnah) Muhammad SAW. Dan seburuk-buruk perkara adalah hal yang baru (tidak terdapat Al-Qur’an maupun Sunnah). Dan setiap hal yang baru tersebut adalah (pasti) mengada-ada (bid’ah). Dan setiap yang bid’ah adalah dlolalah dan setiap dlolalah (kesesatan) adalah (berakhir) di dalam neraka. ” (H. R. Bukhari, Muslim, dan Nasa’i) Sepak terjang KW IX dalam kurun waktu di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim dan kemudian Haji Muhammad Ra’is dari tahun 1984-5 s/d 1992 maupun di bawah kepemimpinan Abu Toto as-Syaikh AS Panji Gumilang (gelar kebesarannya saat ini) sejak dari tahun 1992 hingga tahun 2001 sekarang telah menimbulkan banyak korban. Secara riil yang lebih banyak dirugikan baik moril maupun materil oleh KW-IX sejak masa Haji Karim sampai Abu Toto adalah ummat Islam pada umumnya, dan secara khusus adalah kalangan NII atau DI (Darul Islam).
Kerugian yang diderita ummat Islam secara moril adalah telah terkontaminasinya pemikiran dan pemahaman mereka tentang Islam, sehingga mereka sama sekali tidak menyadari dan tanpa terasa telah terjerumus pada suatu keyakinan yang menjungkir-balikkan prinsip-prinsip keimanan (aqidah) yang untuk selanjutnya berdampak pada pelecehan terbadap syari’at serta bermuara pada kemerosotan akhlaq.
Pesantren Ma’had Al Zaytun adalah pondok pesantren yang berada di kawasan desa Mekarjaya, Gantar – Indramayu, Jawa Barat. Letak ponpes megah ini kurang lebih sekitar 11 km di sebelah tenggara Haurgeulis
sumber http://www.nii-crisis-center.com

Candi Menggung

Petilasan Prabu Airlangga


Candi Menggung



Jangan tertipu dengan namanya. Meski disebut candi, bangunan kuno yang disebut Candi Menggung ini hanya berupa dua arca batu. Sejarahnya masih kelam. Para arkeolog belum menemukan satu pun prasasti sebagai petunjuk. Namun, warga setempat meyakininya sebagai petilasan Prabu Airlangga.
Candi Menggung berada di puncak bukit kecil desa Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah. Wujudnya hanya berupa dua buah arca batu yang diberi pagar kurung tanpa atap. Dua arca itu penggambaran Tumenggung Narutama dan istri selirnya, Dewi Roso Putih. Dipercaya, Tumenggung Narutama adalah patih Prabu Airlangga. Masyarakat setempat juga meyakini, Candi Menggung atau Situs Menggung itu adalah petialsan bertapa Prabu Airlangga, sebelum muksa di Gunung Lawu.
Prabu Airlangga, dalam sejarahnya merupakan putra Raja Udayana Warmadewa, yang berkuasa di Bali pada tahun 988-1011 Masehi. Dari kisahnya, terungkap sejarah terbentuknya peradaban Nusantara. Peradaban Nusantara merupakan hasil sentuhan budaya bangsa pengembara dari Saka di India, yang masuk ke Nusantara ketika Nusantara masih dalam masa prasejarah. Bangsa Saka menanamkan pemahaman tentang seorang penguasa tunggal yang memiliki kuasa dari Shang Hyang Wenang, dan merupakan titisan dewa yang diberi tugas mengatur jagat mayapada dan isinya. Sejak itu, muncullah kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara dengan pemimpin tunggal atau raja yang dipercaya titisan dewa.
Terbentuklah Kerajaan Mulawarman di Kutai, Sriwijaya di Sumatera, Mataram Kuno di Jawa Tengah, dan Tarumanegara di Jawa Barat. Saat itu, Nusantara dikenal dengan nama Jawa Dwipara untuk kepulauan Jawa, dan Swarna Dwipara untuk kepulauan Sumatera. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, raja berasal dari wangsa Sanjaya. Di Kutai-Kalimantan serta Sumatera, raja berasal dari wangsa Warmadewa. Fakta tersebut berdasarkan beberapa prasasti dan peninggalan-peninggalan sejarah lainnya, yang masih menggunakan huruf Palawa dengan bahasa Sansekerta.
Di bali, dua wangsa tersebut saling bersaing berebut kekuasaan. Perebutan kekuasaan itu agak mereda dengan munculnya Raja Udayana Warmadewa, dengan permaisurinya, Gunapriya Darmapatni. Sementara itu di Jawa Timur, juga bermunculan kerajaan-kerajaan Hindu. Demikian pula di daerah lain di Nusantara. Gunapriya Darmapatni sendiri adalah putri Sri Dharmawangsa Teguh Anantha Wikrama Tungga Dewa, Raja Daha di Jawa Timur. Daha yang sering pula disebut Kahuripan, di masa Prabu Jayabaya kemudian lebih dikenal dengan nama Kediri.
Ketika raja Daha di Jawa Timur tersebut wafat, kakak Gunapriya Darmapatni yang bernama Kameswara, menjadi raja di Daha. Sudah itu, bertahun-tahun kemudian Airlangga menggantikannya menjadi raja di Daha pada tahun 1019-1085 Masehi, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Darmawangsa Erlangga Ananta Wikrama Tungga Dewa. Gelar ini menjadi penyebab terputusnya Airlangga dari garis wangsa Warmadewa, dan berujung pada pecahnya Daha menjadi dua, Jenggala dan Kediri.
Dikisahkan, Prabu Airlangga memiliki dua putra, Sri Jayabhaya dan Sri Jayasabha. Khawatir terjadi perang saudara di antara kedua putranya, Airlangga mengutus Empu Baradah menemui ayahandanya di Bali, dan meminta tahta untuk salah seorang putranya. Permintaan itu ditolak, karena Airlangga dianggap telah melepaskan haknya di Kerajaan Bali, dengan menjadi raja di Daha. Karena itu, dengan terpaksa Prabu Airlangga memecah kerajaannya menjadi dua.
Setelah membagi kerajaannya menjadi dua, beberapa tahun kemudian Prabu Airlangga wafat. Tetapi, masyarakat desa Nglurah meyakini Prabu Airlangga pernah singgah di desa itu, dan membangun candi sebagai pertapaan. Meski tak ditemukan satu pun prasasti di candi itu, warga setempat meyakini candi itu sebagai petilasan Prabu Airlangga. Bagaimana ceritanya? (to be continued..) http://kyaisengkelat.blogspot.com/

Kapitalisme Global

Masih pantaskah demokrasi yang dianut saat ini dianggap sebagai sebuah kunci yang bisa digunakan untuk mengurai kekusutan sistem bernegara kita hari ini.  Noreena Herzt membatah semua konsep yang dianut oleh masyarakat dunia yang menganggap bahwa kehidupan bernegara sangat ditentukan oleh sistem demokrasi kita.
Dengan lugas Herzt mengungkapkan bahwa demokrasi telah mati. Kematian demokrasi ini seiring dengan kuasa dan mengguritanya korporasi-korporasi besar penganut  kapitalisme global. Semua sektor diselingkuhi oleh para kapitalis ini dengan romantis tanpa peduli dengan kehidupan masyarakat lain.
Kuasa bisnis merampas paksa kuasa negara dan menempatkannya sebagai predator yang memangsa rakyat demi kepentingan bisnis. Perampasan kuasa negara oleh korporasi membunuh hak dan wewenang para politisi, kuasa pengusaha lebih tinggi dibanding kuasa para politisi.
Matinya demokrasi ini semakin mengokohkan kuasa para korporat besar dalam menggeruk keuntungan dalam dunia bisnis. Kuatnya pengaruh dunia korporasi dalam mencampuri persoalan pemerintahan menyebabkan tumpulnya pembelaan negara atas masyarakat.
Negara tidak lagi memiliki kewenangan yang kuat untuk mengeksekusi setiap kebijakan publik, kewenangan eksekusi ini sudah ditentukan oleh kekuatan korporasi. Intervensi korporasi dalam bidang kebijakan publik dengan pasti telah menempatkan posisi negara pada sisi lunglai. Kuasa korporatis dalam menjajah kewenangan negara telah jauh mengantarkan kehidupan masyarakat dunia pada kehidupan materialisme.
Perilaku ini sengaja diciptakan untuk mempertahankan hegemoni dan dominasi korporasi untuk tetap berdiri dengan gagah dalam penguasaan ekomomi.
Sesuatu yang sulit diabad ini menemukan sektor yang tidak diselingkuhi oleh korporasi, politik dan bisnis telah melakukan perselingkuhan dengan bebas. Perselingkuhan ini terjadi pada level tingkat tinggi yang menghasilkan konspirasi bisnis-politik. Semua sektor telah disetubuhi dengan romantis dan koersif oleh korporasi.
Untuk menyamarkan perselingkuhan ini, korporasi berusaha menampilkan politik wajah kembar dimana pada satu sisi memperlihatkan kerakusan sementara pada sisi lain memperlihatkan jiwa kedermawanan yang dengan kekuatan bisnisnya mensponsori segala kegiatan amal seolah mereka adalah sosok evangelis pembela kepentingan orang banyak.
Slogan Laissez faire hanyalah sebuah argumen yang membuat cengkeraman korporasi menguasai negara semakin erat. Mengguritanya kuasa korporasi ini secara perlahan akan membawa demokrasi pada kematian. Pada hal dalam filsafat demokrasi, kebijakan publik dibuat sebagai kristalisasi aspirasi rakyat. Melalui perwakilan mereka yang dipilih via mekanisme pemilihan umum yang demokratis dengan harapan para wakil rakyat yang terpilih akan melakukan eksekusi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Harapan masyarakat ini kemudian ditumpulkan oleh kuasa korporasi begitu kuat dan menciptakan dunia baru yang dioperasikan lewat kekuasaan lembaga-lembaga dunia, perusahaan transnasional, bahkan melibatkan lembaga-lembaga keuangan sebagai aktor akumulasi modal. Peran negara mulai dipinggirkan oleh kuasa korporasi, bahkan sampai peran dan tanggung jawab sosialnyapun dilumpuhkan. Dan hasil dari pelumpuhan ini adalah negara lunglai yang tunduk dan patuh pada kendali korporasi.
Negara tidak sanggup lagi memenuhi basis filsafat keberadaannya mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial masyarakat.  Pada saat yang sama negara begitu perkasa ketika melakukan dua hal, membangun basis legal material operasi kapitalisme dan sebagai anjing penjaga kepentingan korporasi jika ada pengganggu dari masyarakat dan mahasiswa.
Pada titik inilah terjadi kematian demokrasi, dimana negara tidak lagi berperan sebagai eksekutor kebijakan publik tapi peran negara hanya sebagai aktor yang menjalankan kebijakan publik yang telah dirancang oleh kekuatan korporasi.

Sifat-Sifat Dasar Sistem Kapitalis

        Dalam sebuah perjuangan, kita harus tahu siapa kawan dan siapa lawan. Musuh kita adalah kapitalisme. Tetapi apakah kapitalisme itu?
Jawabannya mungkin tampak sederhana. Kapitalisme bukankah sebuah sistem dimana sejumlah individu yang kaya memiliki pabrik-prabrik dan perusahaan lainnya? Bukankah para kapitalis ini bersaing pada sebuah pasar bebas, tanpa perencanaan yang terpusat, dengan hasil bahwa sistem perekonomian sering jadi kacau dan acapkali mengalami krisis?
Jawaban untuk menghindari keadaan seperti itu juga tampaknya jelas, ialah menyita industri dari para individu itu (nasionalisasi), dan membiarkan negara untuk merencanakan ekonominya.
Menurut kebanyakan orang yang berhaluan kiri, hal-hal diatas dianggap merupakan inti dari ajaran Marxisme. Tetapi dewasa ini permasalahan-permasalahan diatas tidak dapat dilihat sesederhana itu. Pada satu sisi, banyak perusahaan di bawah sistim kapitalis dewasa ini tidak lagi dikontrol oleh para individu. Secara formal perusahaan-perusahaan itu dimiliki oleh para pemegang saham, tapi kenyataannya perusahaan-perusahaan raksasa seperti General Motors dijalankan oleh para pejabat perusahaan. Sedangkan bentuk perusahaan-perusahaan lainnya adalah perusahaan negara seperti BUMN di Indonesia. Namun kaum buruh juga dieksploitasi dalam perusahaan tersebut.
Di sisi yang lain, masyarakat yang telah meninggalkan kepemilikan swasta dan memilih rencana-rencana ekonomi yang terpusat tidak tampak menarik lagi saat ini. Negara-negara seperti di bekas Uni Soviet telah menteror kelas buruhnya, sedangkan para birokrat yang mengelola pabrik-pabrik. Dan pada akhirnya masyarakat itu juga mengalami krisis ekonomi dan politik.
Saat ini Cina mencoba mengambil alih beberapa aspek pasar bebas ke dalam kebijakan ekonomi mereka, karena takut tidak mampu untuk tetap bersaing dengan negara-negara kapitalis barat.
Jadi keseluruhan arti kapitalisme dan sosialisme, dan perbedaan-perbedaan diantara kedua sistem itu, perlu dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dewasa ini.
Disini, ide-ide Karl Marx sangatlah penting. Dia sama sekali tidak menganggap kepemilikan alat-alat produksi oleh individu swasta merupakan masalah utama kapitalisme. Yang ia tolak adalah sebuah situasi dimana alat produksi dikontrol oleh minoritas -- dalam berbagai bentuk -- untuk mengeksploitasi mayoritas.
Eksploitasi semacam ini mengambil bentuk dalam hubungan sosial di tempat kerja. Yakni para pekerja yang tidak memiliki perangkat produksi, dan tidak memiliki komoditi untuk dijual sehingga mereka harus menjual tenaga kerjanya untuk gaji (wage labour system). Ini berarti mereka tidak memiliki kontrol dari hasil kerjanya. Dalam sebuah sistem ekonomi seperti ini, tidak ada kemungkinan untuk merencanakan perekonomian demi kepentingan masyarakat luas.
Justru sebaliknya, setiap kapitalis akan didorong oleh kompetisi untuk membangun usaha dengan mengorbankan orang lain. Seperti yang dikatakan Marx, 'Akumulasi! Akumulasi! itu adalah nabi-nabi baginya'. Ini berarti yang kuat memakan yang lemah, dan sistemnya akan turun secara drastis sampai mengalami krisis ekonomi.
       Marx, menyebut kondisi seperti ini keterasingan (atau alienasi) pekerja, dan salah satu slogannya yang sangat terkenal adalah 'penghapusan sistem wage labour".
Di dunia moderen, modal memiliki bentuk yang bermacam-macam. Di mancanegara terjadi swastanisasi perusahaan-perusahan milik negara. Negara-negara lain seperti Swedia atau Italia masih memiliki sektor negara yang besar, sedangkan di Cina dan Kuba perencanaan ekonominya masih dilakukan secara terpusat.
Tetapi di semua negara itu analisa fundamental Marx masih sangat relevan. Alat-alat produksi masih dikontrol oleh minoritas -- meskipun komposisinya sangat bermacam-macam dari para pengusaha individu melalui sektor swasta dan birokrat yang bekerja di sektor publik.
       Para pekerja menjual tenaga mereka untuk mendapatkan gaji, dan tidak memiliki kontrol terhadap proses produksi atau barang-barang yang mereka hasilkan.
Produksi dilaksanakan dengan jalan kompetisi, baik dalam skop kecil, persaingan antar perusahaan maupun dalam skop besar atau nasional, antar negara, yang dipimpin oleh aparatus negara.
       Kompetisi antar negara juga memiliki bentuk yang lain yaitu kompetisi militer. Bekas negara Uni Soviet selalu mendorong ekonominya berjalan secara efisien, karena harus bersaing dengan Amerika Serikat dalam hal persenjataan. Kaum buruh di Uni Soviet dihisap oleh birokrasi yang tengah berkuasa guna kompetisi militer tersebut. Kami menyebut bentuk ekonomi yang dijalankan oleh rezim Soviet itu "Kapitalisme Negara".
Apapun bentuk kompetisi itu, hasilnya selalu sama: "Akumulasi! Akumulasi! itulah nabi-nabinya!" Sedangkan para pekerja adalah korbannya. Jadi apa yang perlu dilakukan? Jawabannya ada pada sistem sosialis yang sejati, yang berarti pekerja sendiri yang harus mengontrol proses produksi, dan memproduksi untuk kebutuhan manusia, bukan untuk kebutuhan kompetisi.
      Kontrol pekerja terhadap produksi -- yang berkaitan erat dengan kontrol mereka secara demokratis terhadap negara -- dapat diterapkan di sebuah negara secara sementara. Namun seperti yang kita lihat, tekanan kompetisi berlangsung secara internasional. Maka untuk jangka panjang, sosialisme mesti diciptakan di tingkat internasional.


SMS GRATIS ANLOVSY

Sample Text

Label

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers